Pada hari Kamis tanggal 20 September 2018 diselenggarakan “International Conference on Agribusiness, Food and Agrotechnology (ICAFAT) “ di Aula Cendana, Hotel Grandhika – Medan. Konferensi yang dihadiri oleh Pembicara Utama (Keynote Speakers) dan Undangan ( Invited Speakers) yaitu  Prof. Alain Rival dari CIRAD Jakarta, Prof. Tualar Simarmata dari Universitas Padjajaran Bandung, Prof. Jansen Silalahi dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Jean Marc Roda dari Universitas Putra Malaysia, Dr. Marcel Djama dari Universitas Putra Malaysia, Dr. Andriati Ningrum dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof. Posman Sibuea dari Universitas Katolik Santo Thomas Medan Indonesia dan Dr. Surya Abadi Sembiring dari Universitas Katolik Santo Thomas Medan.

Rosa Tampubolon, Ph.D selaku Ketua Panitia (General Chair) mengatakan bahwa ICAFAT 2018 merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan pertama kali bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan ilmu Pertanian secara umum. ICAFAT 2018 juga merupakan salah satu forum untuk akademisi, peneliti, dosen dan mahasiswa (undergraduate dan postgraduate) dan peneliti institusi, industri dan perusahaan untuk saling bertukar ide atau gagasan dan informasi terbaru dalam bidang pertanian serta aplikasinya.

Kegiatan ini diikuti oleh Novilda Elizabeth Mustamu, S.Pt, M.Si dan Dede Suhendra, S.P, M.P dari STIPER Labuhan Batu sebagai presenter dalam acara tersebut. Artikel yang sudah di terima akan di publish pada Journal of Earth and Environmental Science (EES) dan terindeks Scopus. Adapun manfaat dari mengikuti kegiatan ini selain dapat melakukan publikasi hasil penelitian juga mendapatkan isu terkini dalam pengembangan ilmu pertanian, seperti yang disampaikan oleh Prof. Tualar Simarmata dari Universitas Padjajaran Bandung bahwa diperlukan inovasi untuk mengatasi masalah pertanian. Jika dihubungkan dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 berkisar 265 juta jiwa, maka di tahun 2050 diperkirakan akan meningkat menjadi 500 juta jiwa. Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia maka akan terjadi peningkatan kebutuhan pangan. Pada kenyataan yang dialami saat ini terjadi penurunan kualitas tanah dan kesehatan tanah secara cepat (degradation of soil health and quality goes rapidly), hal ini disebabkan antara lain terjadinya penggunaan lahan pertanian secara intensif (over exploitation) dan penggunaan pupuk anorganik dan produk kimia seperti insektisida, fungisida secara intensif. Kondisi tanah di Indonesia pada umumnya tidak sehat sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas, penurunan unsur hara tersedia seperti Nitrogen, Fospor dan Kalium dan penurunan pH dan peningkatan unsur yang toksik/berbahaya seperti Aluminium (Al).  Pada kesempatan ini Prof. Tualar Simarmata menyampaikan perlu adanya inovasi untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia atau pupuk anorganik yaitu menggunakan biofertilizers (pupuk hayati) secara maksimal.

Selaku Dosen STIPER Labuhan Batu kami mengucapkan terimaksih kepada Ibu Ketua LPPM yaitu Ibu Hilwa Walida S.Si, M.Si yang memberikan informasi dan memotivasi untuk mengikuti ICAFAT 2018. Kiranya kegiatan ini memberikan manfaat bagi kami sebagai dosen yang hakekatnya terus belajar dan menggali ilmu pengetahuan khususnya ilmu pertanian dan menuangkan dalam penelitian serta giat melakukan publikasi pada jurnal lokal, jurnal nasional maupun jurnal internasional. Semoga Jurnal Agroplasma STIPER Labuhan Batu dapat terakreditasi DIKTI dalam beberapa waktu mendatang. Hal ini dapat tercapai jika seluruh dosen STIPER Labuhan Batu dapat bekerjasama untuk mewujudkannya dengan aktif melakukan tridharma.

 

Novilda Elizabeth Mustamu, S.Pt, M.Si (Dosen Tetap STIPER Labuhan Batu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.